Sebagai seorang muslim yang baik ia pasti tidak lupa untuk menunaikan adab-adab yang di contohkan Rasulullah saw. jika saja manusia tidak mempunyai adab maka yang ada akan di tertawakan oleh iblis. dengan adab seorang muslim akan menjadi beradab. jika seorang lelaki yang sudah menikah pasti ada ketentuannya untuk berjima istrinya.
Rasulullah saw bersabda
ketika keduanya usai dalam menjalankan jima hendaklah berwudhu kembali seperti yang di tuturkan oleh aisyah ra :
Aisyah r.a menuturkan, “Rasulullah S.a.w bila hendak makan atau tidur saat beliau junub, maka beliau mencuci kemaluan dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (Muttafaq ’alaih)
larangan dalam berjima pun telah di kutipkan oleh rasulullah saw seperti
1.Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau pada duburnya, atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dia katakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Nasehat untuk laki-laki
Rasulullah bersabda, “Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama dengan isterinya membaca : “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami”, maka sesungguhnya jika keduanya dikurniai anak dari kamasutranya itu, nescaya ia tidak akan dibahayakan oleh setan selama-lamanya.” (Muttafaq ‘alaih).
Rasulullah saw bersabda
"Letakkan tangan di kepala isteri dan do’akannya. Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang kamu menikahi seorang wanita, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, dan bacalah bismillah lalu mohon-lah berkah kepada Allah, dan hendaknya ia membaca:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan sifat yang ada padanya; dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sifat yang ada padanya” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani).
Ketika seorang hamba ingin memperbaiki keturunannya. maka di perlukannya adab untuk berjima, Jika ingin berjima / bersenggama,berwudhulah terlebih dahulu, karena Rasulullah saw bersabda; “Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan isterinya, lalu ingin mengulanginya maka hendaklah berwudhu.” (HR. Muslim; 308, Ahmad; 10777, Tirmidzi; 191) tentunya berjima tidak langsung untuk berbuatnya tetapi Dahuluilah dengan rayuan, rabaan, ciuman, dan cumbuan yang mesra sampai benar-benar keduanya siap melakukan jima’ (senggama).
ketika keduanya usai dalam menjalankan jima hendaklah berwudhu kembali seperti yang di tuturkan oleh aisyah ra :
Aisyah r.a menuturkan, “Rasulullah S.a.w bila hendak makan atau tidur saat beliau junub, maka beliau mencuci kemaluan dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (Muttafaq ’alaih)
larangan dalam berjima pun telah di kutipkan oleh rasulullah saw seperti
1.Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau pada duburnya, atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dia katakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
2.Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang lelaki yang berhubungan dengan isterinya (jima`), kemudian ia menyebarkan rahsianya.” (HR. Muslim no. 1437, Ahmad; 11258, Abu Daud; 4870)
3. Allah S.w.t berfirman, “Dan para isteri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut yang ma`ruf.” (Al-Baqarah: 228).
4. Berlaku lembut dan bersikap baiklah terhadap isteri, dan ajarkan masalah agama, serta tekankan pada perintah Allah terhadapnya. Rasulullah bersabda, “Ingatlah, berpesan baiklah selalu kepada isteri, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan di sisi kalian.” (HR. At-Turmudzi)
5.Rasulullah bersabda, “Bila suami mengajak isteri ke tempat tidur lalu ia tidak memenuhi ajakannya, kemudian sang suami tidur dalam keadaan marah padanya, maka malaikat melaknat wanita tersebut sampai hari pagi.” (Muttafaq ‘alaih).
Nasehat untuk laki-laki
Berlaku adillah terhadap isteri-isteri. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mempunyai dua isteri, lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, nescaya ia datang di hari Kiamat dalam keadaan sebelah badannya miring.” (HR. Abu Daud no; 2133, Ahmad; 8363, At-Tirmidzi; 1141, an-Nasai; 3942 Ibn Majah; 1969, ad Darimi; 2206 dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Bersabarlah atas watak isteri yang pada umumnya cemburu berlebihan, sehingga bersikap kurang sopan (lihat al-Bukhari; 5225, Ahmad; 11616, At Tirmidzi; 1359, An Nasai; 3955, Abu Daud; 3557, Ibnu Majah; 2384, Ad Darimi; 2598), atau yang kurang pandai berterima kasih.
Dari Abdullah Ibn Mas'ud Rhadiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:"Sesungguhnya wanita adalah aurat, apabila ia keluar rumah syetan menghiasinya, dan saat-saat yang paling dekat dengan RabbNya, adalah saat ia berada dibagian rumahnya paling dalam". (HR.At Tirmidzi, Ibnu Khuzaiman dan Ibnu Hibban)
Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
semoga bermanfaat
Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar